“Dari gadget ke buku : perubahan yang menginspirasi”

“DARI GADGET KE BUKU: PERUBAHAN YANG MENGINSPIRASI”
Oleh : Nur Padilah Muhammad, M.Pd.,Gr 

Saat ini kita tidak bisa menutup mata atas perkembangan teknologi yang semakin canggih. Alih-alih meminta siswa untuk berhenti menggunakannya, akan jauh lebih bijak bila mengarahkan dan memberikan edukasi terhadap penggunaan teknologi terutama gadget. 
Penggunaan gadget tentu akan membantu siswa dalam menambah referensi, namun apabila penggunaan yang terus menerus tanpa adanya kontrol maka akan memberikan dampak negatif.

Kurang lebih 3 bulan penerapan pembatasan penggunaan gadget di sekolah, kami menemukan adanya fenomena yang menarik terjadi di lingkungan sekolah. 

Lapangan yang dahulu sunyi, serta perpustakaan yang hanya dikunjungi sesekali kini berubah dalam kurung waktu yang singkat. 
Saat ini ketika memasuki waktu istirahat, lapangan mulai dipenuhi siswa yang bermain volly, bola, dan bulu tangkis bahkan ketika matahari sedang panas-panasnya tidak menyrutkan siswa untuk beraktivitas. 

Selain itu, perpustakaan yang dahulu lapang kini terasa sempit karena pengunjung yang tiap hari memenuhi ruangan. Ruang perpustakaan yang dingin, tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa, namun hal ini berbanding lurus dengan stok bacaan yang semakin hari semakin berkurang. 
Data yang ditemukan pada buku peminjaman di perpustakaan, menunjukkan bahwa kurang lebih 15 buku dalam sehari terpinjam oleh pemustaka. 
Tidak jarang pula mendapati siswa yang masa peminjamannya hanya sehari karena telah menyelesaikan bacaan tersebut. 
Sebagai orang yang berada di lingkungan perpustakaan, hal semacam ini tentu saja menjadi kabar gembira. Mendapati siswa yang tidak hanya sekadar meminjam, namun ketika mereka diajak untuk berdiskusi tentang bacaannya pun tampak rasa keingintahuannya terbayarkan. 

Selain daripada itu, beberapa pengunjung pun sudah mulai meminta untuk penambahan koleksi yang beraneka ragam. Hal ini tentu saja menjadi pemantik semangat bagi kami yang bergerak di lingkungan perpustakaan untuk menyediakan dan memfasilitasi bacaan siswa. 
Harapan bahwa berkurangnya buku di rak pajangan berbanding lurus dengan kemampuan literasi siswa yang semakin baik. Waktu lowong yang hadir tanpa adanya gedget membuat siswa mencari kegiatan yang dapat melibatkan kemampuan komunikasi dan literasi mereka.