Siswa UPT SPF SMPN 9 Makassar Luncurkan Buku “Warisan Warna Budaya” yang Angkat Konten Lokal, Dapat Pujian Duta Baca!
Kegiatan literasi di UPT SPF SMPN 9 Makassar kembali menunjukkan geliat positif melalui peluncuran dan bedah buku berjudul Warisan Warna Budaya, karya siswa-siswi anggota Ekstrakurikuler Literasi. Acara ini berlangsung pada Rabu, 26 November 2025 di Laboratorium IPA SMPN 9 Makassar, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala UPT SPF SMPN 9 Makassar, Hj. Nirmaladewi, S.Pd., M.Pd., yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan kerja keras siswa serta para pembina. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang menulis buku, tetapi juga tentang membangun karakter dan kemampuan berorganisasi.
“Pelaksanaan kemarin itu, mulai dari persiapan materi hingga kedatangan Duta Baca dan orang tua penulis, menunjukkan kematangan dan profesionalisme yang patut diacungi jempol. Kalian telah belajar bukan hanya menulis, tetapi juga berorganisasi,” ujar Nirmaladewi.
Pembina Ekskul Literasi, Ainun Jariah, M.Pd, Gr, mendampingi para siswa dalam perjalanan kreatif mulai dari penulisan, penyuntingan, hingga proses penerbitan. Buku Warisan Warna Budaya memuat cerita dan esai yang mengangkat kekayaan budaya lokal, nilai-nilai kearifan, serta pengalaman siswa dalam memaknai keberagaman di lingkungan sekitar mereka.
Acara bedah buku menghadirkan Rezki Amalia Syafi’in, Duta Baca Provinsi Sulawesi Selatan 2018–2020. Ia memuji keberanian siswa mengangkat konten lokal—sebuah tema yang menurutnya tidak banyak disentuh oleh penulis remaja.
“Keunggulannya yaitu karena buku ini mengangkat konten lokal. Tidak banyak yang mau menulis konten lokal. Intinya, buku ini sangat menarik,” ujar Rezki Amalia Syafi’in dalam bedah bukunya.
Lebih lanjut, Rezki menegaskan bahwa karya ini merupakan langkah penting bagi generasi muda dalam menumbuhkan budaya membaca dan menulis.
“Anak-anak SMPN 9 Makassar telah membuktikan bahwa literasi bisa menjadi jembatan untuk merawat budaya dan identitas,” tambahnya.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara siswa, guru, dan tamu undangan. Antusiasme terlihat jelas ketika para penulis muda membagikan proses dan inspirasi mereka dalam menulis.
Para siswa berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin sekolah dan melahirkan lebih banyak penulis muda di masa depan.
Dengan terbitnya Warisan Warna Budaya, SMPN 9 Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan kolaborasi dapat membawa siswa menuju pengalaman belajar yang bermakna dan membanggakan.