Kabut tipis menyelimuti deretan pohon pinus di Bissoloro saat puluhan siswa-siswi yang berstatus pelajar SMP duduk melingkar di depan tenda.
Bukan di ruang kelas, melainkan di alam terbuka, mereka menjalani pengalaman belajar literasi yang berbeda melalui Camp Literasi pada 1–2 Mei 2026.
Dengan tema “Membangun Generasi Cerdas, Kreatif, dan Berkarakter melalui Literasi”, kegiatan ini menjadi yang pertama kali digelar SMPN 9 Makassar.
Sekolah sengaja memilih alam sebagai ruang belajar agar siswa tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga merasakan, mengamati, serta mengekspresikan diri dengan lebih leluasa.
Dua narasumber memandu kegiatan ini. Masing-masing Muh Galang Pratama membahas literasi di era digital. Ia mengingatkan siswa bahwa literasi modern bukan sekadar membaca buku, melainkan kemampuan menyaring informasi, berpikir kritis, dan menggunakan media digital secara bijak.
Sesi berikutnya berubah lebih reflektif bersama penyair Sulsel Andhika Mappasomba, yang memiliki nama asli Andi Abdul Karim.
Melalui materi puisi, dia mengajak siswa memahami metafora, merangkai perasaan menjadi kata-kata, hingga praktik langsung menulis dan membacakan puisi.
Di bawah rindang pohon pinus dan kabut yang menyelimuti, lahir puisi-puisi sederhana namun penuh kejujuran dari pengalaman pribadi siswa.